Sikapi Perppu Ormas, Aktivis Mahasiswa: Berpotensi Berangus Gerakan-Gerakan Islam



KABAR NASIONAL - Sampai hari ini Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas menimbulkan kontroversi. Dihubungi wartawan KABAR NASIONAL (15/9/2017) aktivis Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan Ari Farouq mengatakan, Perppu ormas merupakan penyalahgunaan kekuasaan.

“dengan Perppu ini penguasa bisa menjadi diktator, membubarkan ormas tanpa melalui pengadilan sebagai mana yang diatur di dalam undang-undang ormas.” Tuturnya.

Ari mengatakan Perppu Ormas bisa dijadikan alat untuk membungkam oposisi dan masyarakat yang kritis terhadap penguasa yang dinilai oleh rakyatnya telah menyimpang dari konstitusi dan tidak berpihak kepada rakyat.

“Penggunaan wewenang di luar hukum, melanggar asas dan batas konstitusi, dikhawatirkan oleh masyarakat akan menggeser daulat hukum dan menjadikan negara berjalan di atas tirani kekuasaan,” tegasnya.

Ari mengatakan bahwa konsepsi negara hukum adalah meletakkan setiap fungsi Negara, pelaksanaan tugas, wewenang dan tanggung jawab Negara dalam memberikan pelayanan kepada rakyat harus bersandar dan berpijak pada konstitusi dan selalu mendengar aspirasi rakyat sebagai pihak yang dilayani.

“yang dikhawatirkan lagi, Perppu Ormas yang sudah diterbitkan pemerintah merupakan upaya membatasi dan memberangus gerakan-gerakan Islam sesuai versi pemerintah, jelas ini berbahaya bagi seluruh pergerakan Islam, ormas, pesantren, dan lain-lain”, pungkasnya. (yk)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.