Taufik: Cina Tidak Siap Menghadapi Kemungkinan Diserangnya Korut




KABAR NASIONAL - Analis politik Taufik S. Permana mengamati bahwa dalam krisis nuklir Korut ini, tampaknya AS berusaha mengendalikan krisis untuk menguatkan posisi di wilayah ini dan menunjukkan superioritasnya, diantaranya untuk menggertak Cina bahwa AS tidak segan untuk mengobarkan perang di tetangga dekat dan sekutu Cina seperti Korut kapan saja.

“Krisis ini diinginkan Amerika untuk memukul Cina ketika Cina menolak keinginan Amerika. Amerika ingin menarik Cina ke medan Perang Korea. Kemudian Amerika hendak memukul Cina dengan dukungan sekutu dan antek-anteknya. Alasannya, karena Cina telah mengancam keamanan kawasan dan regional. Amerika telah memobilisasi negara-negara Asia untuk mengepung Cina.” Ujar Taufik yang saat ini aktif di Geopolitical Institute Kepada KABAR NASIONAL (14/9/2017), .

Taufik memaparkan, maksud lain yang tersembunyi AS ingin menggunakan kesempatan untuk memeras Cina supaya mendapatkan kompromi di bidang ekonomi, perdagangan dan keuangan; juga masalah politik regional sehingga bisa menunda penyatuan Taiwan ke Cina.

“Dengan itu, Cina bisa dikendalikan dan dibatasi ruang geraknya pada perbatasannya saja dengan menggunakan alasan program nuklir dan rudal Korut.” Ujar Taufik.

Taufik mengatakan, Cina adalah sekutu utama Korea Utara dan Pyongyang tetap sangat tergantung pada perdagangan dan bantuan dari tetangganya. Banyak analis yang mengatakan terlalu dini untuk mengatakan apakah pendekatan Beijing telah berubah dan menekankan tidak ada tanda-tanda perubahan dan kebijakan yang mendasar dalam jangka panjang.

“Hal ini menunjukkan bahwa Cina tidak siap menghadapi kemungkinan diserangnya Korut. Sebagaimana AS yang mengeksploitasi isu nuklir, Cina juga berusaha menggunakan isu ini untuk kepentingannya, yaitu dalam menghadapi masalah Taiwan, agar bisa disatukan kembali ke Cina.” Imbuhnya.

Taufik menambahkan, tujuan Cina adalah memberikan tekanan kepada AS agar melepaskan dukungannya kepada Taiwan sehingga tidak menolak usaha Cina dalam mengambil alih Taiwan. Artinya, AS dan Cina sama-sama menggunakan isu Korut untuk Taiwan, tetapi dalam arah yang berlawanan. (yk).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.